Hai
! Lega rasanya telah menyelesaikan total 27 episode dongeng “Petualangan Kelana”.
Sebetulnya aku beberapa kali melihat tulisan teman-teman yang mengikuti program
#31HariMenulis. Agak njomplang sepertinya.
Aku tertawa sendiri karena tulisan mereka begitu bagus. Ada yang membuat 144
SKS menjalani hidup, ada yang menulis puisi, ada yang menulis artikel sepak
bola; tentu dengan kualitas jurnalistik. Namun seperti yang pernah kusampaikan
pada #14, semua ada porsinya masing-masing dan porsiku dalam program ini
menulis cerita anak-anak. Mungkin bisa bermanfaat untuk para orang tua yang
kehabisan ide untuk ndongengi anaknya
di masa pandemi ini, di masa #diRumahAja.
Setiap
dongeng anak-anak pasti memiliki kekhasannya sendiri, salah satu hal yang
paling mencolok adalah pesan moral dalam cerita. Karena ini adalah sebuah dongeng
anak, maka akan tetap ada pesan moralnya yang terkandung dalam tiga petualangan
Kelana :
1.
Saat Kelana diminta untuk bertarung melawan raksasa, ia sangat kebingungan. Bagaimana
bisa ia mengalahkan raksasa yang jauh lebih besar darinya ? di sinilah
pentingnya kerja cerdas. Ia bisa mengalahkannya dengan menggunakan strategi
yang baik, dengan menggunakan Horsi sebagai umpannya. Untuk mendapatkan kerja
cerdas, ia terlebih dahulu menerapkan kerja keras, dengan pengamatan sekeliling
dan membuat perangkap. Pada petualangan pertama ini, bisa juga mengarahakan bahwa
kecerdasan bisa mengalahkan kekuatan badan.
2.
Saat Kelana diminta untuk mencari barang yang berharga, ia juga kebingungan. Ternyata
kebaikan hatilah yang paling berharga. Kebaikan hati merupakan salah satu dari
bentuk kasih sayang. Kelana mengasihi Horsi dan anak pengemis sehingga ia rela
berkorban dengan menyerahkan satu-satunya barang yang ia miliki untuk
menyelamatkan orang lain.
3.
Kelana adalah sosok yang angkuh ketika diangkat menjadi ksatria. Ia bahkan
tidak mau mengakui keluarganya sendiri. Ketika bertemu dengan ibu dan anaknya,
Kelana meninggalkan egonya dan merendahkan diri dengan meminta maaf kepada
mereka. Mereka pun berbesar hati dengan memaafkan Kelana. Minta maaf dan
memaafkan tidak mudah bagi beberapa orang dan beberapa kondisi. Lagi-lagi,
membutuhkan kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan kebesaran hati untuk
menerima memaafkannya.
Itu
adalah pesan moral yang ada pada dongeng ini. bukan hanya untuk para pembaca,
namun juga sebagai pengingat bagi penulis. Semoga bermanfaat !
No comments:
Post a Comment